Minggu, 30 Desember 2012

semua yg aku lakukan adalah atas dasar kesadaranku, kesadaran yang penuh.
apa yang aku lakukan sekarang ini semuanya hanya untuk membuat orang orang yang menyayangiku bangga dan merasa berhasil mendidikku. hanya itu.
aku melakukan semuanya sebaik mungkin..sehati hati mungkin..

jangan mengagumiku, karna mungkin aku kan menjadi sombong..
tapi jangan membenciku, karna aku mungkin akan menjadi terkucilkan..

cukuop bersikap biasa biasa saja,
karna jika berlebih, mungkin aku akan lebih menjauh dari ini..

#maaf kak zae,
karna dalam agama kitapun ini tidak diperbolehkan,
berkomitmen?! komitmen seperti apa?!!!!

jangan, karna itu akan sangat menyakitkan..
aku sudah pernah merasakannya...
sakit yang sangat menyakitkan..

karna hal yang sangat menyakitkan adalah ketika menerima kenyataan bahwa orang yang kita sayangi tidak bisa menyayangi kita..
#maaf kak zae,
maaf, jika aku menyinggung perasaanmu..
maaf jika aku menjauh..
aku bukan orang yang sempurna..

Senin, 24 Desember 2012

eksperimen bisu (la tahzan)

perasaan takut jatuh cinta yang selalu muncul pada diriku. apalagi cinta yang bertepuk sebelah tangan. tapi sungguh aku sangat heran, mengapa aku bisa mencintainya dengan rasa tulus dan mendalam.
ku akui, aku memang berkomitmen pada kondisi tertentu.

ah, betapa sering aku merasa malu dalam setiap bergaul. dalam setiap pergaulan, aku selalu berusaha memalingkan pandangan orang agar melihat diriku dan memahami perasaan - perasaanku.

aku merasa sangat hina sekali. inilah yang kemudian menyebabkan diriku berusaha menjaga kehormatan diri juga sifat feminisme dalam bergaul.

sebagaimana aku juga merasa khawatir, jika pandanganku yang tampak bingung juga debaran jantungku seolah bekejaran dapat mengganggu perasaanku dihadapannya. sehingga aku akan tampak dalam penampilan sosok gadis yang lemah. padahal sikap sebaliknya yang ingin aku tampilkan dihadapannya. terlebih lagi ketika aku bergaul dengan orang lain. aku ingin dalam setiap pergaulanku bisa dipandang sebagai pergaulan yang baik, terhormat dan tampak sosok yang teguh pendirian.

aku telah memiliki komitmen diri untuk selalu bertanya dengan disertai rasa penuh tanggung jawab. apa yang harus aku lakukan? apakah aku akan selalu terus menerus menyerah pada perasaanku sendiri? perasaan yang selalu mempengaruhi diriku dalam setiap pergaulan, sehingga membuat aku tidak bisa stabil dan selalu terlambat dalam masalah pengetahuan.

akhirnya, jawaban atas pertanyaaan tersebut baru aku temukan karena kebodohanku. tidak. dan aku terus membiasakan untuk berkata "tidak".

aku haturkan rasa syukurku kepada Allah. semua ini telah menjadi sebuah eksperimen bisu yang tidak mengganggu dalam hatiku. dan akupun tidak terlalu berlebihan dalam berekspresi yang dapat menghantarkan diriku pada sebuah penyesalan yang dalam. terlebih lagi setelah aku mengambil keputusan sejak beberapa waktu lalu. bahkan aku sendiri sudah melaksanakan keputusan itu dengan tekad yang sangan bulat. aku tidak akan menjadi sosok yang lemah, dan aku tidak akan menarik kembali keputusanku.

walau demikian, aku masih tetap berpegang teguh pada sifat menjaga kesucian diri dan keluhuran budi yang menghiasi diriku. dua sifat ini yang telah menjadi sandaranku. sifat sifat yang telah memberi kekuatan padaku dalam setiap gerak melawan segala kelemahan diri, dan melawan segala macam pikiran yang sering menggoda diriku, agar aku membuang jauh sifat sifat itu dari perasaanku yang selalu bergejolak.

sekarang aku sudah bisa untuk mengatakan dengan segenap perasaan bahagia dan bangga. "sungguh, aku tidak akan merasa malu untuk berkata terus terang, bahwa aku lebih senang pada kehormatanku, kebesaranku, kemuliaaanku, dan masa depan pendidikanku".

aku sangat yakin bahwa semua itu lebih berharga. dan seorang gadis seperti diriku tidak akan mampu untuk menyia-nyiakan semua itu hanya karna mengikuti segala dorongan perasaan. karena pada akhirnya, kebenaran tetaplah kebenaran.

hingga pada suatu hari nanti, seorang pemuda tentu akan datang kepadaku dengan izin Allah. dia akan menghormatiku karna keistimewaan akhlak mulia dan pengetahuan yang aku miliki. selanjutnya dia akan datang ke rumah orang tuaku dengan penuh rasa penghormatan yang menjadi hakku.

bersamanya nanti aku akan mendapatkan segala cinta yang pernah menjadi impianku dan impian setiap gadis. ^^


Sabtu, 22 Desember 2012

jangan salahkan kita jatuh cinta sblum nikah, tapi salahkan kita yg belum pantas untuk dimiliki.
wah nohok bgt, daleeem!
emang kadang2 perlu dapet kata2 yg kya bginian..
biar bisa ngaca..

tapi kok hatiku kayak ngga terima ya diginiin?
sakit e..
ngomongnya kaya ngga pake ancang2..
kalo tau juga sapaa yg pengen ngalamin hal kaya gini.. ngga ada!! beneran,,
tadi kayaknya situ yg mancing saya buat cerita, uda diceritain malah ngomongnya bgini..

yang jelas yg tau tntang saya itu ya sya sndiri, sy tau apa yg harus sy lakuin..
sy juga hamba Allah yg pngn bgt dapet rahmatNya..

**lain kali jgn mudah terpancing buat cerita fin!!


Jumat, 21 Desember 2012

::masih terasa jelas betapa ketakutan itu menghantuiku setiap detik, setiap menit setiap saat..
takut hal yang paling aku takuti terjadi.. takut!::

tepat setahun dari masa itu ya bu :)
ibu hebat!!
bisa melewati masa masa itu, dan pifin tau itu ngga mudah ya bu. pasti menyaktkan..
belalai dimana mana,., suntikan sana sini..kayak ngga punya hati mereka perlakukan itu..
apa ibu masih trauma?
ibu tau, bahkan setiap saat pifin selalu berdoa "ya Allah ya Syifa.. biarlah aku yang merasakan sakit ini dan buang rasa sakit itu jauh jauh darinya, dari orang terbaikku, satu satunya manusia yang tidak pernah berhianat di dunia ini, wanita terhebatku"

bu..
pengen pulang, peluk ibu, pengen di ajarin masak lagi :)

cepet sembuh ya :)
love you so much :*






Kamis, 06 Desember 2012

ingin sekali menjadi gadis istimewa yang mengagumkan, yang bisa begitu mudah memaafkan, yang tampak memepesona karena memaafkan.. tidak peduli berapa persen kesakitan itu..:)
bisakah aku?!

jadilah gadis yang anggun
*berteman dengan anggun
*marah dengan anggun
*bicara dengan anggun
*mencintai dengan anggun
*cemburu dengan anggun
 bisakah aku?