Jumat, 28 September 2012

Forgive my self,
Forget the hurt,
Kemenangan hati adalah ketika ia dengan tulus memaafkan meski telah dikecewakan begitu dalam...
Meski gula itu manis, tapi ia tak selalu baik untuk tubuh.
Namun,pahitnya obat mampu menyembuhkan sakitmu...
Luka..
tetaplah hanya akan menjadi luka bila kau fokuskan hatimu pada rasa sakitnya...
 
#memaafkan diri sendiri ternyata lebih sulit..

selamat pagi dear :)


Dia pernah membuatku merasa sempurna, hingga akupun menjanjikan sgalanya. Namun mimpi yang dia punya berbeda..

Selamat pagi :)
Pagi ini aku merasa lebih baik, dibanding kemarin maksudku. Bad moodku tinggal 30% :D dan tidak ingin menangis lagi. Sepertinya aku masih belum terima mengapa aku yang menjadi korban perasaan, hahahahaa
Merasa terdzolimi atas ke-innocent-an seseorang. hahaa
 ampe aku uda ngga tau lagi brapa kali melamun dikelas ngga perhatiin dosen. Malu karna ditegur, ngga sadar tangannya ngetuk2 dinding pake bulpen yg bikin berisik seisi kelas. heboh bgt kayaknya :D
Untung matanya baru berkaca-kaca, belum bener-bener mewek.

Mungkin bener kata orang. First love itu susah buat diupain. Hehehe
Semuanya sebenarnya Cuma simple, move on itu ya tergantung gmana keikhlasan kita.

Aku akan tetap berdoa buat kamu :) . karna aku dulu pernah bilang begitu. yaahh, walaupun ada satu dari bagian doa yang aku hilangin.. (sakit kalo kata2 itu diucapin lagi) hehe
"semogaa segala urusan kamu dipermudah. IP setiap semester selalu meningkat. Cepat dapat beasiswa S2 ke Belanda, iya kan? Kamu dulu bilang begitu.. ngga tau kalo sekarang berubah minat. Dilancarkan dalam masalah jodoh. Semoga diaa lebih segalanya daripada aku. bisa damping kamu dengan baik. Dan yang paling utama adalah Shalehah. daaann semogaa ngga ada 28 yang tersakiti lagi :)" aamiinnn
dan begitu juga doa buat aku, semoga pangeranku jauh lebih baik daripada kamu, yg bisa nerima dan membersamai aku apapun keadaannya :) aminnn..

Uda dewasa, bukan waktunya lagi untuk plin plan. Cukup. Kebiasaan yang ngga baik itu ngga pantas buat di ulang-ulang, karna akan semakin banyak yang tersakiti.

#satu lagi: aku tetap pake rok walaupun ngga kamu suruh :) kan lebih anggun..

Senin, 24 September 2012

terimakasih telah membuat malam-malamku menjadi kelu. Tuhan, izinkan aku bahagia meskipun tidak dengannya. Tuhan, izinkan rasa ini cepat-cepat hilang..

aku rasa cuma butuh waktu 1 bulan untuk nyembuhin semuanya, ternyata lebih dari itu dan aku ngga tau sampe kapan rasa sakit ini mendarat. dia pernah bilang biar aku jaga hati, dia nasehatin aku, dia percaya sama aku. tapi kenapa dia juga yang ngga nepatin janji itu.
dia jahat :(
dia gampang banget ngelepas semuanya gitu ajj.
"andai saja lukamu seperti lukaku"

sampe sampe aku berfikir sombong, apa pantes aku disakitin??
kenapa harus aku??
dia jahat!!

Minggu, 16 September 2012

Oleh : Larassati Aulia Maghfiroh Kelas : XI IPA A



Saat ini aku bersekolah di SMAN 2 Benai . seperti biasa, dimanapun sekolahnya akan ada MOS yaitu masa orientasi siswa. dimana selalu dijadikan ajang bagi para senior untuk mengerjai junior-junior barunya.  Namun aku mengambil hal positif dari MOS ini, yaitu aku pasti akan berkenalan dengan banyak teman dari berbagai SMP/MTS yang nantinya akan menjadi temanku selama 3 tahun di SMAN 2 Benai. Aku anak kedua dari 4 bersaudara, aku bisa dibilang berbeda dari saudara-saudaraku. Kakak pertamaku, mbak pifin adalah anak yang aktif, supel dan cendrung mudah beradaptasi dan yang perlu aku contoh adalah dia tidak pernah malu untuk melakukan apapun selama itu tidak salah. Adikku, dik tari juga adalah anak yang aktif, mempunyai banyak teman dan hatinya memang sedikit sensitif , ini sama sepertiku. Si bungsu adam sepertinya meniru kakak pertamaku, mempunyai banyak teman dan semua orang mencintainya. Dan aku, adalah seorang anak yang pemalu, penurut dan  cendrung pasif. Oleh karena itu jika MOS merupakan kegiatan yang paling dibenci teman-temanku, maka aku sangat menyukai ajang ini karena tidak perlu berkenalan mencari teman tetapi kakak panitia sudah menyediakan seabreg game yang intinya bahwa kami harus saling kenal. Jadi, ini sangat mempermudah untuk aku mengenal banyak teman. Dan dari situ jugalah aku mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah baruku.

Sekarang aku sudah duduk dikelas XI IPA A, dan ketika duduk dikelas X nilai ujianku cukup lumayan menurut aku. Alhamdulillah menjadi juara 1 dikelas, tidak apalah tidak menjadi juara pararel. Tetapi, di semester 2 nilai-nilaiku justru menurun meski tidak terlalu jauh aku menjadi juara 2. Meski begitu aku tetap bersyukur dan berusaha untuk meningkatkan prestasiku. Pastinya dengan belajar yang rajin dan berdoa kepada Allah. Yah, aku akan terus belajar sekuat dan semampuku agar masa depanku cerah. Tetapi pengalaman yang aku ceritakan nanti bukan tentang hal ini. Aku akan bercerita tentang ibuku. Ibuku yang hebat, ibuku yang kuat tetapi harus menerima dengan  lapang apa yang diberi Allah. Aku akan menceritakan ibuku yang sedang sakit. Almarhum kakek adalah penderita diabetes, otomatis keturunannya berpotensi untuk menderita penyakit diabetes juga. Dari 7 anak keturunan kakekku ibulah yang menjadi orang terpilih.

Pada awalnya ibu menderita penyakit diabetes dan asamurat. Banyak orang yang mengatakan diabetes itu tidak disembuhkan tetapi bagaimana bisa mengendalikannya. Sudah berbagai cara yang dilakukan oleh ibu agar diabetes ini tidak meraja lela. Tapi apa boleh dikata. Sudah biasa penderita diabetes mengalami rabun pada mata atau sering disebut katarak. Ibu sudah berkonsultasi pada beberapa dokter mata dan sudah 2 kali ganti kacamata. Dan bukan pada dokter spesialis mata saja, ibu juga berkonsultasi pada dokter cina yang dibawa oleh bapak kerumah. Dan pada akhirnya terdapat satu keputusan ibu mendapat rujukan dari RSUD Taluk untuk menjalani pengobatan lebih lanjut di Padang atau Pekanbaru. Aku merasa ada sedikit yang aneh, dulu mbah putri/nenekku ketika menderita katarak opersi di RSUD Taluk saja bisa. Akan tetapi aku tetap berbaik sangka, ibuku akan baik-baik saja. Akhirnya bapak memutuskan untuk membawa ibu ke Padang dan memeriksakannya disana. Aku masih ingat sekali ketika itu pembagian rapot semester 1 dan aku mendapat juara 1. Tapi sayang kebahagiaan itu belum bisa aku bagi bersama ibu, karena ibu baru mendengar kabar bahagia itu setelah 13 hari di Rumah Sakit Padang. Sedih rasanya, dan aku juga masih ingat bahwa itu juga bertepatan dengan perayaan hari ibu, 22 Desember 2011. Padahal aku ingin memberikan raport ini sebagai hadiah hari ibu. Tapi perasaanku semakin tidak tenang, ada yang aneh, ada sesuatu yang lebih buruk lagi. Setelah 2 hari itu, bapak menelpon. Ibu tidak terkena katarak melainkan ada tumor di kepalanya (tumor otak) dan itu mengenai saraf mata yang menyebabkan ibu rabun, hidung atau penciuman dan telinga atau pendengarannya. Pantas saja, akhir-akhir ini ibu sering tidak peka baik pendengaran, penciuman ataupun penglihatannya. Dana yang dibawa bapak hanya Rp 15.000.000, dan ini cukup untuk biaya operasi katarak. Ternyata semuanya jauh dari yang dibayangkan. Dan dana yang dibutuhkan jauh lebih besar dari pada itu. Alhamdulillah bapak dan ibu dikenal sebagai orang yang baik dan suka membantu, jadi ketika membutuhkan semua orang langsung mau membantu kesulitan yang dihadapi. Akhirnya berkat bantuan teman-teman kerja bapak, tetangga, saudara baik yang dekat maupun yang jauh, termasuk juga dari sekolahku tercinta ini dan sedikit potongan dari kartu ASKES semua kesulitan dana bisa dihadapi. Aku berkesempatan menjenguknya, walaupun hanya 1 hari. Aku merasa lemas, tidak bergairah hidup, separuh semangat hidupku sepertinya telah hilang mendengar semua ini. Sekarang aku adalah anak tertua dirumah. Tidak ada yang bisa kami lakukan selain berdoa, berdoa dan berdoa untuk kesehatan ibu. Ternyata ada kisah tersendiri yang ibu alami, ibu trauma operasi lagi dan sekarang ibu rawat jalan dirumah. Ibu menjalani pengobatan terapi 2 kali seminggu. Memang berat awalnya, merawat ibu dan mengasuh adam. Apalagi kalau bapak sudah mendapatkan proyek dan kerja jauh dari rumah yaitu di pulau Rupat, sebelah Dumai, harus menyebrang. Mbak Pifin dan dek Tari jelas belum bisa ku andalkan dalam hal ini, mereka sekolah jauh. Tapi, tidak lagi sekarang,mungkin karna sudah terbiasa. Pendengaran dan penciuman ibu sudah kembali seperti dulu. Tetapi belum pada matanya. Semoga Allah memberi kesembuhan pada ibu. Waktu memang sangat berarti bagiku, aku harus pintar-pintar membagi waktu. Kalau terlalu capek, aku susah tidur karna sesak nafas. Aku selalu yakin bahwa Allah memberi cobaan pada hambanya tidak akan melampaui batas kemampuan hambaNya. Dan semua masalah pasti ada hikmahnya. Yang harus kita lakukan sekarng ini adalah berusaha dan berdoa.

**tugas mengarangmu sangat bagus dek, semoga gurumu kasih nilai yang bagus juga ya :D. maaf mba post ke blog. **laras, adikku yang hebat! guru yang tidak bisa aku temui dibelahan dunia manapun. ketegaran yang terlukis diwajahnya semakin menambah karakter kecerdasannya. doakan mba cepet lulus, biar bisa gantian rawat ibu dan Allah kasi kesehatan ke ibu**

Apa benar ini bukan karenaMu??



“jangan sedih, aku rasa ini jalan yg terbaik buat kita. Ini lebih menjaga martabat dan kesucian kamu sbg seorang wanita. Supaya kamu bisa menjaga hati, dan aku bisa menjaga hatiku ini juga. Pifin, belajar yang tekun hingga Allah menakdirkan kita untuk bertemu dengan cara yg baik insyaAllah”. #dikirim 18 Oktober 2010 (081378985127)
“kamu mau jadi istriku suatu saat atau mau menjadi pendamping hidupku suatu saat?”. #dikirim 09 Oktober 2010 (081378985127)
“seseorang yang sedang mencintai, akan mendoakan orang yang dicintainya. Semoga Allah merahmatimu”. #dikirim 08 Oktober 2010 (081378985125)
“percaya keajaiban itu boleh, dan kamu juga harus percaya bahwa Allah membuat keajaiban kepada siapa saja yang dikehendaki. Bisa jadi ini keajaiban buat kamu tapi tidak bagi orang lain, begitu sebaliknya”.  #dikirim 18 Oktober 2010 (081378985127)

Dan sepertinya masih banyak lagi yang belum sempat aku cantumkan. Aku hanya ingin menjaga ketika ada orang yang menjaga hatinya untukku. Berkata “maaf” untuk  setiap orang yang datang. Benar –benar menjaganya. Berharap semuanya akan menjadi seperti apa yang diinginkan. Tapi aku lupa, kalo rencana ya tinggal rencana. Kamu kasih aku harapan. Kamu kasih aku kesempatan. Setelah itu kamu hilang, tapi aku masih disini. Kamu kaya main laying-layang, tarik ulur, aku tetap masih disini.
Sakit hati waktu kamu bilang aku melakukan ini bukan karenaNya. Padahal aku Cuma pengen kejelasan yang sejelasnya. Kenapa segampang itu? kayaknya gampang. Aku punya banyak teman yang sayang sama aku, yang care sama aku. Tapi kenapa justru kamu yang jauh dari aku yang bikin aku sakit my dear?
Harus berapa kali aku bilang kata-kata ini : aku Cuma pengen ngejaga apa yang mestinya aku jaga. Tapi kenapa semudah itu kamu jatuh cinta dan seperti tanpa dosa kamu nikmatin perasaan itu. Disini ada aku. Aku ngga bisa bayangin kalo 28 juli itu bukan bulan ramadhan, apa kamu juga bakal ngucapin semua perasaan kamu ke dia? Terus aku….. Seharusnya waktu dulu aku minta kejelasan komitmen, Aku uda bisa nilai kalo kamu orang yang ngga bisa tegas sama hati kamu sendiri dan aku bisa pergi jauh, jauh dari kehidupan kamu. Semuanya ngga sesakit ini.
Ya Allah maafkan pifin kalo semua yang selama ini pifin lakukan adalah salah. Maafkan pifin kalo hidup jauh dari ridhoMu.

Sabtu, 01 September 2012

biarlah, waktu yang mengobati :)

bukan itu maksud aku. bukan :(
dijelaskan saja masi bnyak kejanggalan, apalagi tidak dijelaskan.
mungkin iya, ini bukan karna Allah.. karna itu, aku minta ke Allah, aku pasrah ke Allah. Allah yang ngasi semua perasaan sakit yang nikmat ini, apapun perasaan yang dikasi aku terimaa. walaupun aku harus kaya mayat hidup :D . dan akhirnyaa...
yaa memang perasaan itu ngga berubah.

menyiksa!
memang.. ngga ada yang mungkirin kalo semua ini menyiksa..
semuanya mau menang sendiri, jelas! itu tabiat manusia..
mungkin kita memang harus banyak intropeksi diri lagi. munkin ini waktunya pendewasaan diri :)

kita itu cuma manusia kecil di hadapan Allah, dan aku ngga punya cara lain untuk ngehadapin situasi ini selain minta ampun ke Allah. pasrah, istighfar, doa.. ya cuma itu yang bisa aku lakuin untuk saat ini.

semua perasaan ini Allah yang ngasih, yang tau gmana yang baik dan buruk juga Dia :)
ngga papa Allah kasi perasaan apaaaaapun buat pifin. pifin cuma minta jangan sampe pifin jauh dari Allah dan lupa arah..

pifin ikhlas kok apapun yang Allah kasih saat ini. siap harus nerima perasaan ini sampe kapanpun. ajarin pifin untuk mencintai dengan anggun ya Allah.. dengan diam..

***dan mungkin saat ini memang harus lebih fokus ke keluarga, cuma keluarga yang bisa nerima kita apa adanya. yang nerima semua kekurangan kita.. bapak semakin lama juga udah ngga sesemangat ini buat kerja. lihat ibu, pifin tau tumor otak itu bukan penyakit biasa kayak masuk angin atau flu. pifin tau ibu kesakitan, pifin tau ibu terganggu karna ngga bisa ngelihat dengan sempurna. pifin tau ibu terlalu muda untuk nerima semua ini..ah ibuku sayang :)
Allah itu lagi kangen sama keluarga kita bu :) yang sabar dan pasrah :)
adek2 juga semakin besar, yang butuh perhatian dan biaya yang ngga sedikit.
aku anak pertama, jadi aku harus jadi sukses buat mereka! aku masih punya banyak tanggung jawab! aku harus jadi teladan buat adek2!
ngga boleh nyerah, apalagi cuma gara2 perasaan yang bikin cengeng itu!!
KAMU, atau siapapun yang udah ngusik hati aku!! ngga akan jadi penghalang aku buat sukses!!***