Mungkin salahku, membiarkan bunga-bungaan itu tumbuh liar, semakin hari bertambah banyak. Aku tidak berharap bunga itu akan bemekaran, tapi kau datang memberi pupuk.
“bunganya biar mekar ya fin, di waktu yang tepat”
ku jaga bunga itu, setiap hari. Subur hampir kuncup. Tanpa gulma dan benalu.
Semakin lama, kadar pupuk yang kamu kasi semakin sedikit. Semakin lama semakin ngga pernah ngasih. Bunga-bungaku sudah semakin kuat, bisa saja hidup tanpa pupuk. Subur. Beranak pinak. Aku Cuma cukup nyiram, biar ngga layu. Sekarang sudah rapi tertanam di pot pot. Hampir mekar, hampiirrrr.
Tapi bunga adalah bunga, bisa layu di saat panas. Busuk disaat musim penghujan. Aku lemah, mulai mencari, kemana si pemberi pupuk??
Mungkin saja aku bisa memupuknya sendiri. Suatu pagi kulihat kebun bungaku sama sekali tidak ada yang layu, justru cantiiik, cantik sekali! “kuncupnya hampir mekar” kataku. Rupanya aku salah. Bunga-bungaku sudah bisa hidup mandiri, hanya perlu pupuk di awal.
Pagi itu juga, dengan hati yang riang, aku tidak sabar untuk memberitahumu. “hei! Bunganya uda hampir mekar lho, tengkyu buat pupuknya, terimakasih”
Tapi setelah sampai di depan rumahmu, apa yang kulihat. Kamu membantu orang lain menanam bunga yang sama (aku dulu sendirian). Kamu juga bantu kasi pupuk. Aku masih aja berharap kalo itu salah.
Tuhan, perjuanganku selama ini…..
aku harus pulang. Mengubur hidup-hidup bunga-bungaku! Bunga-bungaku yang subur. Sebenarnya bisa saja aku tidak mengubur. Setelah mekar juga bunga itu akan layu dan mati. Karna lazimnya, setelah berbunga, dia membutuhkan pupuk lagi. Butuh energi untuk berbunga lagi.
Tapi kamu janji bakal metik bunga-bunga itu bersama sama aku. Aku ngga bisa metik sendiri, bunganya terlalu banyak. Jadi, aku putuskan untuk mengubur hidup-hidup bunga-bunga itu!! Sakit, tapi memang harus begitu.
Aki inget kok, kalo suatu saat nanti aku harus siap kalo Allah berkehendak lain. It kan kata kamu?? Tapi aku ngga ngira dengan cara yang semudah ini.. bener-bener ngga nyangka semudah ini. Dan itupun tanpa ada kejelasan dari kamu. Kamu biarin aku cari tau sendiri. Tapi yaudahlah…. Hidupku masih panjang. Akan ada orang yang bantu aku nanam bunga lagi, kaya kamu bantu gadis cantik waktu itu. Dengan suasana sangat bahagia. Berdua.